Rabu, 23 Juli 2014

PMII JEPARA BUBER DAN RAMAH TAMAH DI RUMAH BAPAK IR. SOLIH SEKDA JEPARA


Buka Bersama Dan Ramah Tamah 
Jepara, Mahasiswa unisnu Jepara yang tergabung di organisasio Pergerakan Mahsiswa islam indonesia (PMII) cabang Jepara mengadakan agenda buber dan ramah tamah 23/07/2014 di rumah bapak ir, solih selaku sekertaris daerah kabupaten jepara kegiatan tersebut di ikuti oleh perwakilan kader PMII berjumlah 30 han mahsiswa, dalam pertemuan tersebut di pimpin langsung oleh sekertaris umum nsahabt rosdiyanto, dan di lanjutkan tahlil sahabt gofur dari rayon syariah 

Pada kesempatn tersebut ketua umum pmii cabng jepara menyampaikana tremikasih atas open haus yang di lakukan oleh sekda jepara terkait silaturrokhim kami dalam rangka buber dan  ramah tamah terkait kabupaten jepara yang tentunya pada kesempat ini kami ingin berdialog langsung dengan bapak terkait kewbijakan atau informasi daerah di l;ingkungan kami. dan semuga pertemuan ini menjadi satu harap besar untuk kemajuan jepara 

Dalam sambutanya beliau menyampaikan selamt datang dan trimakasih mau buka bersama di tempat kami , dia juga menyampaikan pentingnya pendidikan untuk pemuda dan berharap teman-teman pmii bisa menjadi tauladan di kampus bagaiman sahabt-sahabt pmii sisi lain kuliah juga peka terhadap isu-isu daerah, dan berharap juga sebagai koco bengolo pemda jepara dalam rangka bersama-sama memajukan jepara, saran dan masukan untuk jepara sangat kami harapkan demi kemajuan jepara. 

Eko prasetio menyampaikan persoaln  terkait dengan  dengan pembuat ektp yang lama cetaknya, plat nomor kendaran , gaji pegawai yang tidak adil, dan imam royani juga menyionggung terkait dengan pariwisata jepara tidajk hanya me4njadi rutinitas tapi juga harus menjdai aikon pariwisata sehingga bisa menarik wita luar daerah bahkan luar negeri .

Kamis, 17 Juli 2014

PEMBUKAAN RAKER FAKULTAS DAKWAH

RAPAT KERJA (RAKER) RAYON PMII FAKULTAS DAKWAH UNISNU JEPARA 

pembukaan raker rayon fak.dakwah
Jepara, Pmii rayon fakultas dakwah unsnu Jepara melaksanakan rapat kerja (RAKER) di desa jerok wangi kecamatan bangsri kabupaten jepara 5/7/2014 tepatnya hari minggu raker tersebut di ikuti oleh pengurus rayon yang baru dan di hadiri oleh tamu undangan dari rayon saind tek, ekonomi, syariah, tarbiyah. 

Endrik ketua rayon yang baru menegaskan bahwa raker kalinin sangat penting untuk membawa fakultas dakwah kedepan untuk lebih baik dan maju, tentunya harus di tumpang dengan semangat baru sahabt-sahabt pengurus dan tidak perlu mengeluh atau surut semangat berada di fakultas dakwah karna fakultas dakwah lebih luas jangkoanya dalam aspek di lapangan. 

Fakultas dakwah harus bisa memberi pencerahan yang lebih frees di tengah-tengah masyarakat yang sangat menunggu hal yang baru tentang konsep-konsep dakwah yang bisa menggugah semangat uamt islam sehingga harapan kedepan fakultas dakwah ini mwenjadi fakultas yang di cari oleh masyarakat. imbuhnya dari bapak maswan selaku tuan rumah yang memfasilitasi kegiatan tersebut. 

Semnagat dan dinyat harus di tananm dari diri dan jiwa sahabt-sahabt pengurus yang baru sehnigga program -progam yang di hasilkan bisa maksimal dan di laksanakan satu tahun kedepan membawa fakultas dakwah lebih maju dan semakin semangat. tentunya sesuai dengan fakultas dan tujuan fisi dan misi kedepan. apapun yang terjadi di internal maupun eksternal ini menjadi amanh bersama dan harus di musyawarohkan dan di komunikasikan dengan baik sehingga ada satu kepercayaan yang utuh atara pengurus dengan kader. kemudian akan terbentuk gerakan yang masip terarah dan terukur kedepan. cita-cita untuik memajukan fakultas dakwah akan terwujud dari ide dan gagasan sahabt-sahabti semua yang tergabung dalam fakultas dakwah. 

Diskusi dan pelatihan-pelatihan keahlihan sangat pentung untuk menunjang ilmu pengatuhan dalam proses mempertajam intlektual dan memperkuat ideologi gerakan. mahasiswa harus berani menjadi garda terdepan dalam berbagai aspek persoalan baik di kampus, masyarakat, lingkungan, agama, jangan mpenjadi penyakit yang berada di tengah-tengah masyarakat yang hanya akan menjadi kekecewaan, inilah fungsi sahabt-sahabt kuliah harus bisa menjawab berbagai persoalan itu dan berperan aktif dalam membangun pola pikir masyarakt menjadi maju dan lebih baik.  maka kesemapatan yang baik ini kami dari pc.pmii jepar berharap tumbuhkanlah kembali semangat kami angkat 2007 yang bisa menguasai di semua linih gerakan di kampus sehingga fakultas dakwah menjadi top lider yang tak di ragukan lagi sahab-dan sahabti pasti bisa. sambuta ketua umum pc>pmii jepara sahabt syaifur rohim

Senin, 14 Juli 2014

PMII JEPARA ASKI SOLIDARITAS KEMANUSIAN PALESTINA

PMII Jepara Aksi solidaritas kemanusiaan

Apa yang dilancarkan Israel ke Palestina adalah bentuk pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.

JEPARA, Invasi dan kekerasan yang dilancarkan Israel ke Pelestina mendapatkan reaksi keras dari berbagai negara. Di Kabupaten Jepara, aksi simpati terhadap warga Palestina ditunjukan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari aksi teatrikal hingga menggalang dana bagi korban warga Palestina.

Aksi di mulai dari kantor PC.PMII Jepara, tugu kartini, dan halaman Kantor Bupati Jepara, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jepara menggelar aksi teatrikal dan penggalangan dana. Ketua PMII Jepara Saifur Rohim menyampaikan, kekerasan apapun atas kemanusian adalah tindakan terkutuk. Selain itu, apa yang dilancarkan Israel ke Palestina adalah bentuk pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.

"Oleh sebab itu, kami mengutuk keras atas penyerbuan dan kekejaman tentara Israel terhadap warga Palestina karena telah melanggar hak-hak asasi manusia," seru Saifur, Senin (14/7/2014).

Lebih lanjut Saifur menegaskan, melalui Pemerintah Kabupaten Jepara, Pemerintah RI bersama PBB didorong untuk turut serta berperan aktif menciptakan ketertiban dan perdamaian di Palestina.

"Kepada seluruh elemen masyarakat Jepara, mari bersama-sama mendo'akan serta melakukan penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas," ajak Saifur.

"Kemudian pemerintah harus mendukung Palestina sebagai negara merdeka," pungkas Saifur.

Kamis, 10 Juli 2014

PENILAIAN PENGURUS BESAR PMII OLEH KETUA UMUM PC.PMII JEPARA

PENILAIAN PENGURUS BESAR PMII OLEH KETUA UMUM PC.PMII JEPARA DI JAMBI 

 Laporan pertanggung jawaban pengurus besar pergerakan mahasiswa islam indonesia (PB.PMII) pada saat kongres di jambi yang di ikuti oleh 245 cabang dan pkc. pmii se-indonesia pengurus besar dalam melakukan laporan pertanggung jawaban di hadiri oleh 50 % pengurus. 
Dalam kesempatan tersebut semua perwakilan cabang menyampaikan penilaian dan harapan kedepan untuk pmii yang sangat pariatif dan berbeda-beda dalam menilai dan harapan pmii kedepan pada kesempatan itu di seluruh kader-kader pmii yang terpilih untuk menyampaiakn sebagai perwakilan daerah atau propinsi dari ketua umum masing-masing. 

PMII cabang jepara yang di sampaikan langsung ketua umumnya sahabt syaifur rohim dia menegasankan bahwa pb.pmii adalah organisasi tertinggi di tingakt pmii seharusnya mencadi contoh yang baik bagi kadernya. bahwa kemoloran pb. merupakan suatu kemunduran organisasi karena pmii sebgai organisasi pengkaderan bukan lsm yag bisa molor semaunya sendiri . dia juga menambahkan jika dua tahun tidak cukup maka hal tersebut harus harus di atur dalam adart pmii dan di putuskan dalam kongres kali ini bukan tampa alasan yang jelas untuik kemoloran. 

PMII adalah organisasi setrukural yang jelas harus bisa berjalan mulai pb.pmii sampai cabang dan komunikasai yang baik bukan terkotak-kotakn oleh cabang pengusung dalam pemilihan ketua umum pb.pmii dalam kongres. ini akan mengkerdilkan pmii karna masih ada sekat di antara kita tidak punya kebersamaan yang jelas. berbicara kebangsaan pmii harus bisa menjadi garda terdepan dalam menannggapi isu-isu nasional maupun internasional tidak terdiam tamp[a arah dan gerakan yang jelas terkait kemajuan bangsa. 

Kita dari cabang terplosok pulao jawa sangat berharap kepada pb.pmii kedepan bisa bersikap bijaksana dalam berbagai macam hal demi orang-orang tertindas. intruksi secara menyeluruh kepada seluruh cabang dalam isu-isu internasional. dan berani menyatakan sikap terkait kebijakan negara yang tidak memimhak pada rakyat. mengembalikan gerakan mahasiswa sebagai garda terdepan perubahan bangsa ini  bukan menjadi penyakit masyarakat pmii harus bangkit mulai kongres ini dengan rekomendasi yang jelas alur gerakan pmii. 

Kita dari pmii cabang jepara dalam hal penilaian pengurus besar perlu kami sampaiakn bahwa apapun yang di lakukan pb.pmii tiga tahun ini adalah perjuamnagan yang mulia karna msih mampu membuat kongres pmii dan reorganisasi kami tetapmembewrikan penghargaan bagi pb.pmii dengan ini kami yatakan menerima tampa sarat. trimakasih wallahu muafiq ila atwamitoriq wassalamualaikum wr.wb. salam pergerakan hidup mahasiswa ,  

Rabu, 09 Juli 2014

Mahbub Junaidi pendiri pmii , Sang Pendekar Pena

Mahbub Junaidi, Sang Pendekar Pena

    Pak Djamal, Tokoh Film Nasional
    Srikandi Pejuang NU
    Aisyah Dahlan, Pejuang NU dari Minang
    Berbekal Ilmu Kanuragan, Terapkan Kedisiplinan di Tebuireng

Meskipun bukan kelahiran Solo, namun di Kota Bengawan inilah awal bakatnya di dunia tulis menulis mulai tampak. Ia memulai karier menulisnya ketika Ia duduk di bangku Sekolah, sebagai Redaktur majalah Sekolah Dasar di Solo.

Mahbub Junaidi, Sosok kelahiran Jakarta 27 juli 1933 ini memang begitu gemar menulis, bahkan ia pernah ber-statement, “Saya akan menulis dan terus menulis hingga saya tak mampu lagi menulis.”

Ia adalah anak pertama dari 13 Saudara kandungnya. Ayahandanya  H. Djunaidi  adalah tokoh NU dan pernah jadi anggota DPR hasil Pemilu 1955. Keluarganya harus mengungsi ke Solo karena kondisi yang belum aman pada saat awal kemerdekaan. Di Solo, ia menempuh pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum. Di tempat itu Mahbub diperkenalkan tulisan-tulisan Mark Twain, Karl May, Sutan Takdir Alisjahbana, dan lain-lain. “Masa-masa itulah yang sangat mempengaruhi perkembangan hidup saya,” cerita Mahbub.

Saat Belanda menduduki Solo tahun 1948, Mahbub Junaidi dan keluarganya kembali ke Jakarta.  Di Jakarta ia kemudian melanjutkan pendidikannya, masuk ke SMA Budi Utomo. Di sekolah barunya bakat menulis yang dimilikinya semakin terasah. Ia sering menulis sajak, cerpen, dan esei. Tulisan-tulisannya banyak dimuat majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly. Bakatnya ini terus berlanjut hingga ia menjadi mahasiswa, organisatoris, kolumnis, sastrawan, jurnalis, agawaman, poltisi dan sebagainya. Ya, selain sebagai seorang penulis, sosok yang satu ini juga dikenal sebagai tokoh yang multitalenta.

Dalam hal tulis-menulis Mahbub temasuk sangat piawai pada masanya, misalnya beliau yang menerjemahkan buku 100 tokoh yang berpengaruh di dunia karangan Michael H. Hart. Pun, dalam menulis kolom, Mahbub sangat terkenal dengan bahasa satire dan bahasanya yang humoris. Bahkan, Bung Karno samapai terkesan dengan tulisan beliau, karena Mahbub mengatakan Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence, sehingga Bung Karno sempat mengundang Mahbub ke Istana Bogor, dari situlah Mahbub Junaidi menjadi sangat dekat dengan Bung Karno, dan Mahbub sangat kagum dengan “sang penyambung lidah rakyat tersebut.”

Ajaran Bung Karno, memang cukup mempengaruhi nasionalisme Mahbub. Pada sebuah pertemuan wartawan di Vietnam, Mahbub menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi kendati ia cukup fasih berbahasa Inggris atau Prancis. Inilah sikap nasionalismenya. “Bahasa Prancis bukan bahasa elu, dan bahasa Inggris juga bukan bukan bahasa gua.

Salah satu ciri dari tulisan Mahbub adalah kepandaiannya dalam memasukkan unsur humor. Humor adalah cara dari Mahbub untuk mengajak seseorang masuk kedalam suatu masalah, karena salah satu kebiasaan dari orang Indonesia adalah suka tertawa, maka untuk mengkritik dengan cara yang enak adalah lewat humor. Sebagaimana yang pernah dikatakan Gus Dur, “dengan humor kita dapat sejenak melupakan kesulitan hidup.”

Sebagai kolumnis, tulisan Ketua Umum PB PMII Tiga Periode Ini kerap dimuat harian Kompas, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Pelita, dan TEMPO. Kritik sosial yang tajam tanpa kehilangan humor adalah ciri khas tulisan Sang Pendekar Pena ini. Akibat tulisannya yang tajam, Ia pernah ditahan selama satu tahun di tahun 1978. Jeruji besi dan gelapnya penjara tak menghambat nalar menulisnya di dalam penjara ia menerjemahkan Road to Ramadhan, karya Heikal, dan menulis sebuah novel Maka Lakulah Sebuah Hotel. Jaya pada tahun 1975.

 Ketua PMII Tiga Periode

Dalam kariernya sebagai aktivis mahasiswa, Mahbub Junaidi bersama sahabat-sahabatnya membentuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 17 April 1960, dan pada saat itu juga Mahbub Junaidi terilih sebagai ketua umum. Jabatannya sebagai Ketua Umum PP.PMII diembannya selama tiga periode, yaitu periode 1960–1961, hasil Musyawarah Mahasiswa Nahdliyin pada saat PMII pertama kali didirikan di Surabaya Jawa Timur. Periode 1961-1963, Hasil Kongres I PMII di Tawangmangu Jawa Barat. Dan Periode 1963-1967, hasil Kongres PMII II di Kaliurang Yogjakarta.

Pada masa kepemimpinan sahabat Mahbub Junaidi inilah PMII secara politis menjadi sangat populer di dunia kemahasiswaan dan kepemudaan, sampai pada periode pertama sahabat Zamroni. Pernah ketika itu, sebagai ketua umum PMII dirinya menunjukkan tajinya, saat HMI hendak di bubarkan oleh Bung Karno, dikarenakan tokoh-tokoh Masyumi terlibat dalam pemberontakan PRRI PERMESTA di Sumatera Barat, Mahbub yang menjabat sebagai ketua PMII langsung berangkat ke Istana Bogor unuk berdialog langsung dengan Bung Karno, dan pemintaan Mahbub sangat tegas, yaitu “HMI jangan di bubarkan.” Dan akhirnya tuntutannya itu terkabul.

Saat menjadi aktivis mahasiswa, Mahbub juga ahli dalam membuat lagu, mars PMII dan mars Gerakan Pemuda Ansor juga ciptaan dari Mahbub Junaidi. Dari kariernya sebagai ketua umum PB PMII, membuat kaiernya melesat ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sebagai jurnalis, penulis dan sastrawan, Mahbub telah meraih prestasi yang sangat baik. Tulisanya sebagai Pemred Duta Masyarakat telah menunjukkan benang merah dari gagasan dan pikirannya mengenai berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita. Perjalanan panjang dalm organisasi di lingkungan NU dapat menjadi bukti dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Kiprahnya sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat dari petunjuk dari pengabdiannya dalam mengembangkan kehidupan pers nasional. Tulisannya sebagai sastrawan telah menununjukkan keragaman kemampuan yang dimilikinya dengan meraih penghargaan sastra tingkat nasional. Kolom “Asal Usul” yang dimuat secara tetap di tiap hari minggu harian Kompas selama jangka waktu yang cukup lama menunjukkan kemampuan Mahbub dalam menulis dan daya pikat tulisannya terhadap masyarakat. Gaya tulisannya sekarang banyak ditiru oleh penulis Indonesia.

Mahbub Djunaidi adalah tokoh nasional yang bersahaja, seorang jenius yang berkarakter mengamati perkembangan hidup melalui tulisan-tulisannya, penggerak organisasi dan seniman politik yang dimiliki oleh NU dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sementara Mahbub Djunaidi meninggal dunia pada tahun 1995 di usia 62 tahun, usia yang masih cukup untuk beraktivitas dan berjuang. Mashudi Umar. (Ajie Najmuddin/disarikan dari berbagai sumber)

Sabtu, 05 Juli 2014

MENEJEMEN AKSI

MENEJEMEN AKSI 
 1.    Pra-aksi
Sebelum aksi, hal-hal yang perlu dilakukan adalah penyiapan baik secara substansi maupun secara teknis.
2. Substansi:
a. Target aksi:
Kampanye massa. Untuk kampanye (propaganda), bisa dengan rally damai keliling kota, dan tidak perlu menetapkan sasaran aksi (misalnya kantor-kantor pemerintah). Sasaran kampanye adalah ke basis-basis massa. Tetapi untuk meraih opini publik, jangan lupa mengontak pers. Jika massa tidak mencukupi untuk rally, mungkin cukup aksi statis dengan orasi dan bagi-bagi selebaran. Penentuan titik aksi mesti melihat konsentrasi massa rakyat.
Mengajukan tuntutan. Aksi kayak gini biasanya berkaitan dengan tuntutan ekonomis (sektoral) atau politis, atau mungkin campuran. Buruh misalnya menuntut pembatalan PHK sepihak, kenaikan upah, uang lembur dll. Petani menuntut sertifikasi tanah garapan, menuntut kenaikan bea impor beras, pengembalian dana cengkeh, dll. Mahasiswa menuntut SPP tidak dinaikkan, menolak pemecatan kawan mahasiswa, dll. Sasaran aksi: pabrik, Disnaker, P4P, P4D, Depnaker, Balaikota, Gubernuran, DPR, DPRD, kepolisian, kejaksaan, rektorat, dll.
Bentuk aksi bisa dilakukan untuk kampanye ke massa rakyat lain.
Bentrok. Aksi bentrok bertujuan meradikalisasi massa dan menaikkan opini ke publik. Aksi bentrok bisa menetapkan sasaran aksi, tetapi biasanya tidak penting apakah bisa nyampe ke sasaran atau nggak, karena biasanya tuntutan yang kelewat politis, sehingga diblokade aparat jauh dari sasaran aksi. Yang penting adalah tuntutan kita terkover oleh media dan menunjukkan ke masyarakat watak otoriter pemerintah (meskipun mengaku demokratis, reformis, populis, dsb).
b. Isu yang diangkat
Teknis aksi yang harus diperhatikan:
a.    Penentuan rute aksi
Rute aksi harus benar-benar diperhitungkan untuk bisa menyapu massa di luar garapan kita, atau istilahnya titik-titik api revolusioner dan jalur-jalur insureksi.
b. Penyusunan perangkat aksi
Susunan perangkat aksi secara lengkap adalah:
Koordinator lapangan (korlap)/Komandan lapangan (danlap).
Korlap bertanggung jawab penuh dan berwenang untuk menentukan keseluruhan aksi. Keputusan Korlap harus dipatuhi tanpa protes (sentralisme otoriter), adapun kritik baru bisa diajukan dalam evaluasi pasca-aksi. Jika aksi adalah aksi gabungan, danlap fungsinya hanya koordinator. Keputusan ditentukan berdasarkan kesepakatan simpul-simpul organ di lapangan. (Sewaktu diskusi bersama simpul-simpul organ, kepemimpinan aksi diambil alih oleh wakil danlap.) Korlap bisa berorasi, tapi untuk orasi harus ada tim sendiri.
 Wakil Korlap (wakorlap). Fungsinya menggantikan Korlap jika berhalangan atau jika Korlap tertangkap.
Simpul organ atau simpul massa Biasanya jika aksi gabungan. Simpul organ mengambil keputusan berdasarkan kesepakatan massa.
Tim orator (propagandis). Tim ini fungsinya mempropagandakan isu ke massa-massa rakyat.
Aksi.
Tim agitator. Fungsinya menyemangati massa aksi dengan meneriakkan yelyel dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Tim keamanan. Berfungsi menjaga barisan tetap solid, mencegah masuknya intel ke dalam barisan dan mencegah provokasi dari massa jika aksi damai.
Tim sweeper. Berfungsi membuka jalan, menahan arus lalu-lintas dan mengecek situasi di jalur-jalur yang akan dilalui aksi.
Tim negosiasi. Fungsinya melakukan negosiasi dengan pihak sasaran aksi (jika menuntut sesuatu) dan negosiasi dengan aparat keamanan yang memblokir jalan.
Tim logistik. Harus menjaga keselamatan barang-barang logistik supaya tidak tertinggal atau dirampas aparat.
Tim medis. Bertanggung jawab penuh jika terjadi bentrokan dan luka-luka, siap pula de
Tim evakuasi. Mempersiapkan jalur-jalur evakuasi jika aksi direpresi dan memastikan
jalur-jalur tersebut bersih dari intel dan aparat.
Tim humas. Fungsinya melobi pers dan melakukan konferensi pers.
Tim dokumentasi. Fungsinya mendokumentasikan aksi (foto atau video) dan mencatat kronologi aksi dari menit ke menit. Posisi-posisi di atas bisa fleksibel (bisa saling merangkap atau ada yang ditiadakan), tetapi jika massa aksi lumayan besar alangkah baiknya posisi tersebut diisi semua.
b.    Penyiapan logistic
Logistik yang perlu disiapkan:
Spanduk. Spanduk berisi tuntutan utama, ditulis ringkas dan langsung ke pokok persoalan. Spanduk utama di depan, spanduk lainnya bisa di samping. Di bawahnya dituliskan nama organ aksi (ukuran kecil).
Pengeras suara. Jumlahnya minimal satu (jika massa aksi kurang dari 100 orang), untuk massa yang besar diperlukan pengeras suara yang banyak untuk mengatur massa aksi dan untuk orasi ke massa rakyat.
Poster-poster. Akan lebih baik jika poster diberi gagang kayu sehingga lebih mudah membawanya (sekaligus bisa untuk senjata jika aksi bentrok). Poster dibuat sebanyak-banyaknya supaya banyak tuntutan bisa termuat.
Selebaran dan pernyataan sikap. Untuk ke massa rakyat dan pers supaya disiapkan selebaran dalam jumlah yang cukup. Di samping itu untuk pers bisa pula ada pernyataan sikap yang khusus, isinya lebih banyak daripada selebaran (isi dibuat sederhana).
Bendera. Bendera utama cukup satu di depan. Jika aksi gabungan, setiap organ boleh bawa benderanya sendiri-sendiri.
Umbul-umbul. Nama organ di spanduk biasanya kurang terbaca, untuk itu bisa memakai umbul-umbul.
Ikat kepala. Jika dana tidak memadai, ikat kepala bertuliskan nama organ aksi pun sudah cukup.
Tali rafia. Untuk aksi damai, supaya massa tidak terlalu cair bisa digunakan tali rafia. Tetapi lebih baik memakai barikade pagar betis.
Obat-obatan. Untuk P3K.
Alat komunikasi. Handphone cukup vital dalam aksi jika ada kejadian darurat.
Alat-alat pemukul. Bisa menyiapkan tongkat khusus (sebaiknya disembunyikan, dibawa oleh tim logistik dan baru dibagikan sewaktu siap bentrok). Bisa pula disamarkan dalam bentuk gagang poster, bendera dan umbul-umbul.
Batu-batu. Di lokasi bentrok, biasanya banyak terdapat batu-batuan. Tim logistik supaya mengatur posisi batu-batuan agar mudah dipungut oleh massa ketika bentrokan terjadi. Jika perlu batu-batuan sengaja dibawa ke lokasi aksi.
Bom molotov. Karena sangat riskan, sebaiknya disembunyikan baik-baik dan hanya dikeluarkan ketika ada komando. Untuk melempar molotov, supaya ada tim khusus yang memang sudah mahir dalam melempar (tidak mencelakakan diri atau sesama massa aksi).
Kamera. Untuk dokumentasi aksi. Alat tulis dan arloji. Untuk mencatat kronologi aksi (prioritas HUMAS).
Koordinasi
Harus dipastikan bahwa semua perlengkapan siap dan pemberitahuan ke massa aksi pun sudah dilakukan dengan baik. Untuk itu sebaiknya ditetapkan sentral informasi yang sifatnya rahasia, hanya boleh diketahui oleh internal. Selain itu ditetapkan pula titik pertemuan akhir untuk evaluasi dan tempat koordinasi pasca-aksi, terutama jika terjadi bentrokan
e. Absensi
Wajib hukumnya, selain untuk mengetahui kekuatan massa, agar memudah pengontrolan apabila dalam keadaan refresip sekalipun, dan kita akan bisa melihat sejauh mana massa ikut melakukan kerja-kerja revolusioner tersebut ketika pemberangkatan, selama aksi, briefing dan pasca aksi.
Orasi-orasi pembukaan
Di isi oleh kolap/ propagandis orasi tentang tuuntutan /menyosialisasikan tuntutan2/lagu2 perjuangan untuk menambah semangat peserta aksi.

3. Bergerak
Waktu bergerak kolaplah yang ngasih komando/instruksi ke peserta aksi bahwa aksi siap di mulai atau di berangkatkan. Dalam perjalanan tim agitprop harus bisa memberi semangat terhadap peserta aksi melalui(Lagu-lagu yel-yel), tim sweeper yang harus sering memberi informasi langsung ke korlap karena tim ini yang mengetahui dulu bagaimana keadaan di depan atau rute aksi yang akan di lewati, keamanan mengontrol, mengawasi barisan biar nggak cair dan mengawasi intel/massa cair masuk barisan yang ingin memprovokasi (tegur jika melakukan provokasi), jika diblokade aparat, jika terjadi provokasi, negosiasi, menjaga semangat massa, bentrok, dan pasca-aksi.
4. Absensi dan Evaluasi
Korlap mengecek seluruh massa aksi melalui tim lapangan untuk memeriksa kelengkapan massa aksinya. Kemudian memimpin jalannya evaluasi demi laporan pertanggung jawabannya dan mengevaluasi seluruh kejadian lapangan apakah aksi berjalan seperti rencana dalam kesepakatan.

PMII JEPARA TARLING DAN BUKA BERSAMA DI DESA BALONG

PMII JEPARA TARLING DAN BUKA BERSAMA DI DESA BALONG 

 Jepara, Pengurus cabang pergerakan mahasiswa islam indonesia pmii cabang jepara mengadakan buka bersama dan tarwih keliling di desa balong kembang jepara 5/7/2014 buka bersama di rumah sahabat eko (pikolo) yang di ikuti oleh 25 orang anggota dan kader dari perwakilan rayon dan badan semi otonom pmii jepara.

Kegiatan tersebut untuk mendekatkan diri dan terjun langsung bersama masyarakat dalam hal menata mental agar mahasiswa terbiasa berperan di masyarakat yang berbeda-beda pandangannya terkait islam. pada saat tarling ada beberapa hal budaya dan tradisi islam bagaimana semngat romandaon warga balong dalam menjalankan sholat trawih dan nu di sana sangat berkembang bahkan kata ketua syuriah nu bapak baidlowi banyak orang yang mengaku -ngaku nuagar bisa kum pul bareng dan syiar agam sangat pesat di sana khususnya islam. semangat anak-anak ipnu ippnu disana juga luar biasa bagaimana kegiatan kami setelah traling nonton bareng bersama adik-adik ipnu ippnu ranting desa balong dengan pemutaran flm sang kiyai . di halaman mts balong.

iniadal;ah kegiatan yang pertama di bulan romandlon yaitu tarling di desa balong masih ada tigga desa yang belum kami singgahi bersama-sama sahabat/i pmii untuk kegiatan tarling selanjutnya. ada bebearap kegiatan yang kami buat. yaitu buka bersama tarling dan silaturrokhim ke birokat , khataman al-qur'an , dan yang terakhir khalal bil halal kerumah alumni dan dosen unisnu jepara bersama-sama kader dan anggota pmii se-jepara.